top of page

Kisah Pemuda Gunungkidul Majukan Kampung Halaman Lewat Lidah Buaya

  • juragantaniantihoa
  • Sep 14, 2023
  • 2 min read

Alan Effendi, seorang pemuda dari dusun Jeruklegi, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, adalah sosok inspiratif yang telah berperan aktif dalam sektor pertanian, khususnya dalam budidaya dan pengolahan aloe vera (lidah buaya).


Alan Effendi adalah pendiri dan pemilik PT Monpera Sejati, sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam budidaya aloe vera secara organik dan pengolahan produk turunannya. Merek dagang perusahaannya, "Rasa Nivera," telah dikenal luas di pasar.


Alan memilih lidah buaya karena tanaman ini memiliki potensi ekonomis yang besar, digunakan dalam berbagai industri seperti farmasi, kosmetik, pupuk organik cair, dan makanan-minuman.


Selain fokus pada bisnisnya, Alan juga aktif dalam membina mitra plasma, terutama petani masyarakat setempat dan petani dari luar daerah.


Alan berbagi pengetahuan dan membantu mereka memahami budidaya lidah buaya di lahan-lahan yang tadinya dianggap kritis dan kering. Dia berhasil menciptakan rantai pasokan bahan baku lidah buaya yang kemudian digunakan dalam produk-produknya.


Alan Effendi adalah contoh nyata bagaimana seseorang dapat bertransformasi dari seorang perantau di ibukota Jakarta menjadi pelaku utama dalam dunia pertanian.


Meskipun awalnya tidak memiliki pengetahuan dasar tentang pertanian, Alan memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya dengan tujuan memberikan dampak positif pada lingkungannya. Dia memulai mencari referensi dan panduan bertani dari buku, internet, dan berinteraksi dengan banyak orang untuk memahami cara terbaik dalam mengembangkan komunitas pertanian di Gunung Kidul, mengingat kondisi lingkungannya yang kering.


Baca juga:

Produk-produk yang dihasilkan oleh Alan Effendi dari lidah buaya memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, seperti mengatasi sembelit, masalah lambung, dan menurunkan tekanan darah tinggi.


Produk-produknya telah mendapatkan sertifikasi dari BPOM dan telah melewati uji klinis. Produk ini juga memiliki potensi ekspor ke pasar internasional, seperti Amerika Serikat, yang dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Indonesia.


Pemerintah daerah dan pusat telah memberikan dukungan yang signifikan kepada Alan Effendi dalam upayanya untuk mengembangkan pertanian lidah buaya.


Dukungan ini mencakup pelatihan, edukasi, dan perizinan. Alan juga berharap adanya lebih banyak kolaborasi antara pemuda-pemudi Indonesia dalam membudidayakan lidah buaya, yang memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat ekonomi dan sosial. Bahkan dia sukses terpilih menjadi salah satu Young Ambassador Agriculture, YESS Programme Kementrian Pertanian tahun 2023.


Alan percaya bahwa pendidikan pertanian yang baik adalah kunci untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap profesi ini.


Dia berharap anak-anak dari usia dini akan lebih memahami bahwa bertani adalah sesuatu yang layak dan memiliki potensi besar untuk menghasilkan pendapatan yang signifikan.


Melalui contoh nyata kesuksesannya, dia berusaha untuk menghilangkan stereotip bahwa pertanian identik dengan kemiskinan.


2 Comments


Emma Foster
Emma Foster
Feb 04

I read the story about a young man from Gunungkidul who returned to his home village and helped farmers grow and process aloe vera (lidah buaya) as a way to boost the local economy, turning dry land into productive fields and sharing skills with others in his community. It reminded me of a time I sat in a quiet corner of the library trying to finish a long draft and used Affordable Research Proposal Editing to clean up confusing parts while I waited for ideas to come, and that break helped me find clearer focus. It made me think that thoughtful preparation and the right support can help good ideas grow into something meaningful, just like the way he helped his village thrive.

Like

Cathy Harrington
Cathy Harrington
Feb 04

Reading about the young man from Gunungkidul shows how small, thoughtful actions can ripple through a whole community. Using lidah buaya creatively reminds me that growth takes patience and care. I once relied on affordable undergraduate level course help in a similar way not rushing, just finding steady rhythm and this blog captures that quiet, human perseverance beautifully.

Like
bottom of page